Instrumentasi

. INSTRUMENTASI

Dalam menetapkan suatu harga waktu henti obat, persoslan yang mendasar adalah : menggunakan peralatan apa yang akan dilakukan ? Peralatan memiliki kemampuan analisis terbatas dan memiliki karakter cukup spesifik. Pemilihan peralatan tersebut terkait erat dengan :
1. Bisa tidaknya zat tersebut dipantau dengan jenis alat tersebut
2. Mampu tidaknya alat tersebut mengkuantifikasi zat tersebut
3. Sensitif tidaknya alat tersebut digunakan
4. Ada tidaknya perangkat pendukung untuk menjadikan sampel siap di analisis (prasyarat sampel) menggunakan peralatan tersebut

Empat hal tersebut menjadikan tidak ringannnya menetapkan peralatan yang cocok digunakan. Secara umum peralatan instrumentasi terbagi menjadi dua bagian meskipun dalam praktek aplikasinya pembagian tersebut tidak terlalu ketat yaitu (1) Peralatan fisiko-kimia dan (2) Peralatan imunoassay. Pembagian tersebut berdasarkan karakter peralatan tersebut. Umumnya penetapan waktu henti obat banyak menggunakan peralatan bidang fisiko kimia. Namun demikian tidak berarti peralatan bioassay tidak dapat digunakan untuk menetapkan waktu henti obat. Umumnya penggunaan peralatan bioassay untuk penggunaan penetapan waktu henti obat, bersifat terbatas. Sebagai contoh adalah penggunaan ELISA untuk menetapkan waktu henti obat.
Peralatan instrumentasi fisiko kimia mendasari kerja berdasarkan sifat fisiko-kimia suatu obat dan umumnya dapat digunakan sendiri-sendiri ataupun gabungan. Mengingat peralatan fisiko kimia dipilih berdasarkan kerja terhadap sifat fisiko kimia obat, maka azaz kerja antara satu alat dengan alat lainnya tidak sama. Hal itulah yang menyebabkan peralatan instrumentasi fisiko kimia tersebut akhirnya terbagi-bagi. Namun demikian terdapat kecenderungansuatu industri instrumentasi menggabungkan keunggulan peralatan satu denganlainnya agar memperoleh kinerja tinggi.
1. Instrumentasi fisiko kimia

Gambar 17. Bagan karakteristik instrumen fisiko kimia

1. Tantangan analisis kearah kadar kecil
a. Makin banyak senyawa bioaktif
b. Makin besar jumlah pekerjaan analisis yang perlu segera diselesaikan dalam waktu singkat
c. Oleh karena butuh kadar kecil, maka tak dapat diidentifikasi metode kimia apalagi dikuantifikasi sehingga pilihan perangkat kearah instrumentasi fisiko kimia.
Pada prinsipnya, makin diperlukan metode analisis peka, cepat tetapi reliable. Halini disebabkan makin bertambahnya kebutuhan memonitor senyawa kimia dalam kadar sangat kecil dan tetap aktif kerja (bioaktif)
d. Makin diperlukan metode analisis yang sangat selektif untuk menghilangkan gangguan matrik sampel

1. Kelompok Kromatografi
Sifat spesifik Penyebabnya Yang teramati
Koefisien distribusi

Cs
K= —-
Cm
Cs = Stationary
Cm = Mobile Beda adsorpsi Faktor retardasi atau waktu retensi
Beda partisi
Beda besar molekul
Beda penukar ion
Beda kuat ion
Elektroforesis

2. Kelompok spektroskopi
Sifat spesifik Penyebabnya Yang teramati
1.Absorbsi energi
2.Radiasi Elektromagnetik
Eksitasi :
– Elektron
– Vibrasi (infra red)
– Spin inti (NMR) -Puncak-puncak absorbsi
– Pergeseran absorbsi
– Pergeseran kimia

3. Kelompok elektrokimia
Sifat spesifik Penyebabnya Yang teramati
1. Potensi elektrode
2. Aktivitas ion Kemampuan sebagai:
– Pemberi elektron
– Penerima elektron – Tegangan
– Arus
– Tahanan

Pembagian tiga besar tersebut pada dasarnya menghasilkan pembagian kelompok instrumen di bawah ini :
Kelompok Jenis instrumen Prinsip kerja
Spektroskopi Spektrofotometer : UV-Vis
Refractive indeks
Atomic Absobance Spectrofotometer
Raman spectrofotometer
Resonance magnetic inti spectrofotometer
Mass spectrohotomerter
Interaksi Radi Elektro Magnetik dengan Materi
Kromatografi Kromatografi Lapis Tipis (Densitometer)
Gas Kromatografi
Kromatografi Cair Kinerja Tinggi Distribusi dalam fase diam ke fase gerak
Elektrokimia
(Konversi energi listrik ke kimia) Potensiometer
Kondektometri
Votametri
Amperometri
Kolorimetri
Elektrogravimetri
Analisis termal

Konversi energi
Penggandengan Gas kromatografi dengan Fourier Transform spektrofotometer infra merah serta mass specra
Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dengan Fourier Transform Spektrofotometer infra merah Gabungan prinsip-prinsip di atas

Peralatan fisiko kimia umumnya tidak terlepas dari biaya tingkat kecanggihan peralatan tersebut. Makin canggih peralatan tersebut hasil yang didapat juga makin reliable. Di bawah ini adalah segitiga dimana hubungan alat dengan kecanggihan analisis serta mahalnya biaya analisisi.

Angka no 1, menunjukkan bahwa Instrumentasi dengan kepekaan tinggi membutuhkan tipe generasi yang terbaru, dengan resiko melibatkan teknologi tinggi (cangih). Namun pada no. 3 menunjukkan kecanggihan tersebut membutuhkan peralatan pendukung yang dipersyaratkan preparasi sampel. Oleh sebab itu membutuhkan biaya yang tak sedikit. Pada no. 2 menunjukkan bahwa Instrumentasi dengan tingkat kehandalan rendah maka biaya oprasionalnya akan mudah terjangkau, namun sebnaliknya dengan tipe terbaru denga keunggulan baru maka biaya operasionalnya juga makin efisien namun berharga mahal.

2 Instrumentasi immuno assay
Instrumentasi immuno assay pada dasarnya merupakan perangkat analisis penetapan suatu kadar zat didasarkan pada ikatan antara zat dengan anti zat tersebut. Ikatan tersebut dapat langsung dan tidak langsung, namun umumnya bersifat spesifik. Dengan demikian memiliki spesifitas tinggi. Beberapa peralatan instrumentasi yang pernah diguankan untuk menyidik obat diantaranya adalah :
1. ELISA
2. Elektroforesis
3. SDS page dengan western bloot dan norther bloot
4. Polimerase Chain Reaction berkembang menjadi Real Time PCR
5. Radio Immuno Assay
6. Enzym Immuno Sorbent Assay
7. Imunnohistokimia
8. Precipitin dan Nephelometric immuno assay
9. Fluoro immuno assay
10. Card agglutination test
11. Complement fixation test

Instrumentasi immunoassay dari tahun ke tahun sangat cepat perkembangannya dan hampir menyamai dengan instrumen fisiko kimia. Bahkan beberapa generasi baru menggabungkan konsep instrumen fisiko kimia dengan immuno assay.
Ditinjau dari kehandalan alat, umumnya peralatan immuno assay dilakukan dengan cara kuantifikasi tidak langsung. Hal tersebut itulah yang menyebabkan penggunaan peralatn fisiko kimia lebih banya dipercaya dari pada peralatan immuno assay. Namun dengan ikatan anti zat dengan zat yang spesifik, dalam perjalanan waktu dikembangkan pula peralatan dengan kemampuan deteksi cukup handal.


7 Comments on “Instrumentasi”

  1. syahz says:

    apakah prinsip immunokhromatografi

    • ardiunair says:

      Prinsipnya adalah keterkaitan antara agent vs. anti agen (yang dimanifestasikan melalui hiper imun) dan ikatan tersebut dibantu dengan complement agar menjadi kuat, selanjutnya dilakukan analisis jati diri melalui prinsi adsorpsi dan partisi

  2. fenty says:

    gimana cara kerja spectrofotometer untuk menentukan kualitas DNA?

    • ardiunair says:

      Untuk menentukan kualitas DNA, UV-S, pada dasarnya hanya mampu mengenali unsur-unsur yang bersifat terkonjugasi dan yang terpantau pada panjang gelombang uv-visibel.

  3. santi says:

    apa hubungan densitometer ma KLT???
    fungsi dari densitometer it ap??? prinsip kerjanya bagaimana???
    mohon bantuannya!!!!

  4. lutfi says:

    metode apa yang dapat di gunakan secara spesifik dan kuantitatif untuk mengukur kadar narkotika di dalam specimen…trima kasih mohon baatuannya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s