Pembentukan Ikatan Farmasi-Veteriner Indonesia

DEKLARASI IKATAN FARMASI-VETERINER INDONESIA (IKAFAVETI)

LATAR BELAKANG
Tepat tanggal 12 maret 2007 telah terbentuk Badan Kerjasama Nasional (BKN) Bidang Farmasi-Veteriner yang diprakasai oleh perwakilan dosen pengajar Ilmu Farmasi-Veteriner dari 5 Fakultas Kedokteran Hewan di Indonesia. Pembentukan BKN Farmasi Veteriner merupakan angan-angan lama yang di inspirasi oleh pentingnya ilmu Farmasi-Veteriner spesifik antara dokter hewan dan apoteker setelah berdirinya Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan (BPMSOH) Gn. Sindur Bogor tahun 1986. Sebagai sumber inspirator ke dua adalah keberadaan organisasi sejenis di lingkungan Fakultas Kedokteran seluruh Indonesia yaitu Perhimpunan Farmasi-Kedokteran Indonesia (PEFARDI). Inspirasi tersebut didasarkan fakta telah dirasakan kemanfaatan yang besar terutama dalam skala nasional mengenai kesamaan persepsi di setiap Fakultas Kedokteran mengenai perkembangan Ilmu Farmasi-Kedokteran termasuk pola pengajaran yang diberikan pada tingkat sarjana kedokteran dan calon dokter.
Dengan demikian sejak tahun 1987 dicoba melakukan perintisan awal yang dilakukan oleh sejawat staf FKH UNAIR (Mochamad Lazuardi, drh) dengan staf pengajar Farmasi FKH IPB (Drs. Muslabadi,, Apt) sewaktu bertemu sebagai peserta Kuliah Berkredit Farmakokinetik di Jurusan Farmasi yang diselenggarakan oleh Pusat Antar Universitas ITB Bandung (Oktober 1987). Tahun 1991, mulai dijajaki kembali pertemuan antara staf FKH UNAIR (Moch. Lazuardi, Drh., MSi) dengan staf pengajar Farmasi FKH IPB (Drs. Muslabadi, Apt), namun tidak berhasil lama mengingat kesibukan masing-masing. Namun demikian dari tahun ke tahun semangat untuk berhimpunan makin menguat seiring dengan perkembangan IPTEK Farmasi-Veteriner. Tahun 2005 mulai dirintis kembali pertemuan tersebut antara Dr. Moch. Lazuardi., Drh., MSi dengan staf Farmasi FKH IPB (Dr. Iece Wintarsih, Apt mengingat Drs. Mulabadi, Apt telah pensiun) serta melibatkan sejawat dari FKH UGM. Hubungan intensif mulai terbuka sehingga mampu menggerakkan sejawat Staf Pengajar Farmasi di FKH Univ. Udayana dan staf Pengajar Farmasi di FKH Syahkuala, Aceh. Mengingat staf pengajar Farmasi FKH UGM masih diampu oleh staf Farmasi dari Fakultas Farmasi Univ. Gadjah mada, maka perwakilan dari FKH UGM diwakilkan oleh staf pengajar dari Farmakologi FKH UGM.
Pola kerjasama yang diprakarsai oleh perwakilan staf pengajar Farmasi-Veteriner Fakultas Kedokteran Hewan seluruh Indonesia, dalam bentuk Badan Kerjasama Nasional (BKN) yang dikukuhkan Tanggal 12 Maret 2007. Dalam pengukuhan tersebut disaksikan pula oleh Ketua Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia dan Kepala Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan Secara formal bentuk BKN tersebut belum memiliki bentuk hukum sah suatu ikatan lembaga profesi. Dalam pengukuhan tersebut dihadiri pula beberapa staf dari Rumah Sakit Jakarta serta staf dari Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan.
Kegiatan BKN Farmasi-Veteriner Indonesia sejak dikukuhkan pertama kali, pada akhirnya dirasakan makin berat untuk dikembangkan mengingat jumlah personil amat sedikit dan jumlah Fakultas Kedokteran Hewan di Indonesia tak terlalu banyak. Dalam perjalanan waktu amat dirasakan kendala utama yang selalu menjadi ganjalan adalah tidak banyak dukungan baik berupa moril maupun finansial yang mampu menggenjot semangat untuk beraktivitas. Dengan demikian kegiatan tahunan yang rencana dilakukan tanggal 2008, belum dapat dilaksanakan sepenuhnya oleh BKN terutama sejawat dari Farmasi FKH IPB yang diamanahi kegiatan rutin tahun 2008. Keluhan-keluhan tersebut disampaikan melalui diskusi langsung oleh sejawat dari perwakilan Farmasi FKH IPB pada tanggal 26 April 2009 sewaktu terdapat RAKERNAS PEFARDI di FK UGM. Sementara dari pantauan staf pengajar Farmasi-Veteriner FKH UNAIR yang diacu melalui aturan Direktur Jenderal Perguruan Tinggi Negeri, DEPDIKNAS menyatakan bahwa organisasi profesi merupakan tempat untuk mematangkan kompetensi profesi tersebut. Dengan demikian ikatan profesi tersebut dapat diakui oleh DIRJENDIKTI sebagai ikatan suatu profesi keahlian dengan catatan mengikuti aturan yang ditetapkan salahsatunya yaitu harus resmi berbadan hukum, dan berjumlah lebih dari 50 anggota profesi.
Terkait dengan uraian di atas terdapat beberapa peristiwa-peristiwa yang menjadikan dorongan moril untuk menjadikan BKN Farmasi-Veteriner menjadi organisasi terbuka (organisasi non territorial) di bawah PDHI, yaitu :
1. Adanya pernyataan dan tindak lanjut hasil MUKERNAS I PDHI masa kerja 2006-2010 (15-16 Mei 2007 di Jakarta) tentang perlunya dibentuk Organisasi No Teritorial Farmasi-Veteriner
2. Pertemuan 18 Juli 2007 di Denpasar Bali mengenai Standard Kuantifikasi Kompetensi Program Pengelolaan Peserta Program Dokter Hewan oleh FKH seluruh Indonesia dengan PB PDHI
3. Hasil diskusi non-formal dengan Dr. Mochamad Lazuardi, DH., MSI dengan Ketua Umum PBPDHI tanggal 18 Juli 2007 di Denpasar Bali tentang peranan dokter hewan dalam pengelolaan obat hewan beserta segala otoritasnya termasuk peranan dalam pengujian mutu pada BBPSOH
4. Pengiriman draft RUU Peternaka dan Kesehtan Hewan oleh TS, Dr. Tata naipospos., MSc., Drh pada Komisariat Farmasi-Veteriner FKH UNAIR yang telah diterima oleh Dr. Mochamad lazuardi, Drh., MSi dan disebarkan oleh sejawat staf Farmasi FKH seluruh Indonesia.
5. November 2007, tentang kegiatan magang oleh Drh. Made Merdane (staf Farmasi FKH UDAYANA) di exlab. Farmasi-Veteriner FKH UNAIR selama 1 minggu.
6. Pertemuan informal antara dekan FKH UDAYANA dengan Dr. M. Lazuardi, Drh., MSi bulan Februari 2009 di sela-sela penyelenggaraan Kongres Ilmiah Internasional di FKH UNAIR. Pada saat itu dipesankan oleh Dekan UDAYANA tentang kelanjutan kegiatan BKN Farmasi-Veteriner FKH seluruh Indonesia.

Sementara telah makin berkembang persoalan-persoalan yang seharusnya banyak diperankan oleh sejawat dari bidang Farmasi-Veteriner salahsatunya adalah munculnya UU Peternakan dan Veteriner Mei 2009. Demikian pula banyaknya persoalan-persoalan yang mengemuka dimana dari tahun ketahun amat dirasakan bahwa keberadaan ikatan profesi sebagai tempat pertanggungjawaban keahlian makin mengental. Ke enam butir peristiwa besar tersebut pada dasarnya mengarah kesuatu pendapat runcing yaitu saatnya Ikatan Farmasi-Veteriner Indonesia (IKAFAVETI) terwujud secara formal. Dilatarbelakangi uraian tersebut di atas maka dilakukan identifikasi persoalan :

IDENTIFIKASI PERSOALAN
1. Perlu perluasan keanggotaan yang mampu menyerap aspirasi dari segala latarbelakang pekerjaan anggota
2. Perluasan keanggotaan dari berbagai latarbelakang pekerjaan tersebut menjadikan keracaman pacuan pemecahan kesulitan yang sering dihadapi oleh TS, dari Perguruan Tinggi
3. Makin beragamnya latarbelakang pekerjaan dari keanggotaan, menjadi makin beragam pula masukan yang dapat terpantau oleh profesi Farmasi-Veteriner
4. Tingginya jumlah keanggotaan menjadi ikatan profesi makin langgeng dan secara tak langsung Pemerintah melalui Dirjen Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional akan cepat mendukung keberadaan profesi tersebut.

PEMECAHAN PERMASALAH
Pemecahan permasalahn sepertiuraian di atas maka perlu dilakukan pembentukan suatu wadah yang lebih besar dari wadah seperti Badan Kerjasama Nasional Farmasi-Veteriner FKH seluruh Indonesia. Wadah tersebut adalah Ikatan Farmasi-Veteriner Indonesia atau disingkat IKAFAVETI yang dapat segera dideklarasikan pada tanggal 6 Agustus 2009 di Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan Gn. Sindur Bogor. Upaya pembentukan tersebut difasilitasi oleh fihak Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan dibantu dengan sejawat dari BKN Farmasi-Veteriner FKH seluruh Indonesia. Dalam deklarasi tersebut sekaligus akan diresmikan pula bentuk resmi IKAFATEI secara hukum melalui notaris dan dibentuk pula susunan kepengurusan 2009-20012 dimana akan menjadi bagian organisasi non teritorial di bawah Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia.

TUJUAN DEKLARASI IKAFAVETI
Tujuan umum deklarasi IKAFAVETI agar aktivitas tersebut dikenal oleh insan veteriner Indonesia sekaligus menjadi sumber berita bahwa telah terbentuk satu profesi resmi antara doter hewan dan apoteker yang mengkaji masalah obat hewan dan alat-alat kesehatan. Profesi resmi tersebut ditunjang dengan kepengurusan yang legal serta diresmikan dengan cara-cara legal serta memiliki program kerja spesifik yang bermanfaat bagi umat manusia. Secara khusus tujuan deklarasai adalah :
1. Memberikan wadah bagi para doter hewan dan apoteker untuk bergabung bersama-sama mengkaji sekaligus berperan aktif agar berkiprah dibidang obat hewan dan alat-alat kesehatan hewan seiring perkembangan zaman semata-mata keperluan medis veteriner
2. Mengisi kekosongan bagian profesi farmasi-veteriner yang amat dibutuhkan oleh kalangan medis veteriner sekaligus menjadikan profesi tersebut mampu mendorong pemutakhiran penggunaan obat hewan dan alat-alat kesehatan bagi kalangan medis veteriner

MANFAAT KEBERADAAN IKAFAVETI
Manfaat keberadaan IKAFAVETI yang dapat dirasakan pada dasarnya untuk kemajuan dunia medis veteriner, seperti :
1. Menjadikan tempat untuk mengkaji persoalan obat hewan dan alat-alat kesehatan dengan segala aspeknya agar lebih fokus, ilmiah dan konkrit baik kalangan dokter hewan maupun apoteker
2. Sebagai tempat untuk menempa diri insan dokter hewan dan apoteker yang bergerak dalam obat hewan dan alat-alat kesehatan agar selalu mendapat asupan baru mengenai ilmu pengetahuan obat hewan dan alat-alat kesehatan
3. Sebagai tempat rujukan akhir bagi semua fihak yang akan mengharapkan penguasaan kompetensi obat hewan dan alat-alat kesehatan baik bagi insan dokter hewan maupun apoteker dari berbagai latarbelakang pekerjaan
4. Sebagai mitra semua fihak yang mengharapkan memperoleh jaminan atas tenaga-tenaga dengan penguasaan kompetensi khusus mengenai Farmasi-Veteriner

TATA TERTIB DEKLARASI IKAFAVETI

BAB I
Pasal 1
Peserta deklarasi terdiri dari :
a. Staf dokter hewan dan apoteker diligkungan Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat hewan
b. Staf doter hewan dan apoteker dilingkungan Pusat Veterinaria Farma
c. Dosen pengampu mata kuliah farmasi-Veteriner dari Fakultas Kedokteran Hewan seluruh Indonesia
d. Peserta undangan yaitu dari fihak Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan dan atau dari salahsatu ketua Presidium Badan Kerjasama Nasional Farmasi-Veteriner FKH seluruh Indonesia
e. Peserta pengamat yaitu dokter hewan anggota PDHI yang diundang
f. Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia selaku penaung IKAFAVETI

Pasal 2
1. Peserta deklarasi harus sudah masuk ruangan 15 menit sebelum acara deklarasi dimulai
2. Peserta deklarasi wajib menjaga ketertiban dan keamanan serta tetap santun dalam menyampaikan pendapat-pendapat

Pasal 3
1. Peserta deklarasi yang telah terdaftar oleh panitia dan masuk sebagai anggota IKAFAVETI mempunyai hak bicara dan hak suara
2. PB PDHI mempunyai hak memberi saran kepada Panitia Deklarasi

Pasal 4
1. Deklarasi dianggap sah bila telah disepakati semua fihak peserta deklarasi
2. Bila tidak terdapat perbedaan pemikiran selama proses deklarasi maka dilakukan upaya pencapaian musyawarah untuk mufakat
3. Bila tidak terdapat kebulatan suara seperti pada butir 2 Pasal 3, maka diserahkan ke mekanisme voting untuk mempercepat kegiatan

Pasal 4
1. Deklarasi dibuka oleh Pimpinan Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan didampingi oleh masing-masing perwakilan sebnagai ketua presidium BKN Farmasi-Veteriner FKH seluruh Indonesia
2. Pimpinan balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi serta BKN Farmasi-Vetetiner FKH seluruh Indonesia menunjuk Panitia Deklarasi sebagai unit deklarator
3. Panitia deklarasi disahkan oleh fihak Balai Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan bersama-sama dengan ketua presidium BKN farmasi-Veteriner FKH seluruh Indonesia

Pasal 5
1. Acara deklarasi dipimpin oleh ketua pelaksana deklarasi didampingi wakil ketua, sekretaris dan beberapa anggota panitia pelaksana deklarasi
2. Pimpinan pantia deklarasi bertugas dan bertanggungjawab :
a. Menyusun agenda acara deklarasi
b. Menjaga ketertiban selama deklarasi berlangsung
c. Panitia deklarasi berhak bertindak tegas pada para peserta deklarasi yang dianggap tidak mampu menjaga diri terkait dengan ketertiban selama deklarasi berlangsung
d. Menyerahkan hasil-hasil deklarasi serta tugass-tugas lain pasca deklarasi lepada pengurus IKAFAVETI yang telah terbentuk

Pasal 6
1. Setelah deklarasi berakhir maka kerja panitia deklarasi telah berakhir dan diganti dengan pengurus baru IKAFAVETI
2. Pengurus baru IKAFAVETI yang terbentuk mengambil alih hal-hal yang Belem diselesaikan oleh panitia pelaksana deklarasi

WAKTU DA TEMPAT PELAKSANAAN DEKLARASI
Deklarasi keberadaan IKAFAVETI rencananya akan dilaksanakan selama satu hari yaitu pada :
Hari, Tangal : Kamis, 6 Agustus 2009
Pukul : 08.00 – selesai
Tempat : Balai Besar Pengujian Mutu dan Sertifikasi Obat Hewan
Gn. Sindur – Bogor



Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s